Laboratorium Klinik Medika

Address:
Jl. Jendral Sudirman No. 25 D Propinsi Jambi, Kota Jambi (Simpang Jelutung)

Telephone:
(0741)7553890 / (0741)23685

0858 3266 6818 / 0853 7813 0244 / 0815 3993 1996

FAX:
(0741)7553890

Email:
laboratoriumklinikmedika@yahoo.com / info@labmedika.com
Find us on Google Maps - Laboratorium Klinik Medika (Jambi, Indonesia)
Services

Pemeriksaan

Check Up Kesehatan

Check Up Kesehatan adalah pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui secara awal adanya gangguan kesehatan. Dengan Check Up Kesehatan dapat diketahui adanya penyakit infeksi, kurang darah, kencing manis, penyakit hati, ginjal, saluran cerna, parasit, dan kadar lemak darah.

Pemeriksaan Air Seni (Urine)

Pemeriksaan urine dapat membantu mengetahui adanya penyakit ginjal, saluran urine, penyakit hati, penyakit kencing manis, dan lain-lain.
Pemeriksaan Urine Meliputi :

a. Makroskopis
Dalam pemeriksaan ini yang diperiksa adalah jumlah urine, warna, kejernihan, berat jenis. Pada keadaan normal jumlah urine dewasa 800 - 1600 ml/24 jam, wana kuning muda jernih, berat jenis sewaktu 1002 - 1030.

b. Mikroskopis
Pemeriksaan ini dilakukan dibawah mikroskop guna mengetahui apakah ada infeksi, batu atau kelainan lain pada ginjal dan saluran urine

c. Gula (Reduksi)
Adanya gula dalam urine menunjukkan kemungkinan penyakit kencing manis.

d. Protein
Adanya protein dalam urine menunjukkan kemungkinan penyakit ginjal.

e. Bilirubin
Adanya bilirubin dalam urine merupakan salah satu penunjuk adanya penyakit hati.

Pemeriksaan Sel Darah (Hematologi)

Pemeriksaan Hematologi umumnya meliputi Hb(Hemoglobin), Sel darah putih, Hematokrit, Eritrosit, Trombosit dan LED

a. Hemoglobin
Hb adalah pigmen dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kadar Hb normal pada wanita 12 - 14 g% dan laki-laki 13 - 16 g%. Kadar kurang dari normal merupakan petunjuk Anemia.

b. Sel Darah Putih (Leucosit)
Leukosit adalah sel darah sebagai penahan tubuh terhadap segala jenis penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Pada keadaan normal jumlah leukosit antara 4000 - 10.000/mml. Jumlah tersebut akan meningkat bila ada infeksi dan sangat meningkat bila infeksi berat atau kanker darah.

c. Trombosit
Trombosit adalah partikel darah yang mencegah perdarahan. Pemeriksaan ini dilakukan adanya demam berdarah DHF dan kelainan perdarahan. Pada demam berdarah jumlah trombosit menurun. Jumlah normal 150000 - 400000/mml.

d. LED (Laju Endap Darah)
Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengukur kecepatan pengendapan butir darah dalam 1 dan 2 jam. LED meningkat bila ada infeksi, kerusakan jaringan, penyakit kanker. Namun, LED juga meningkat bila kurang darah atau sedang menstruasi. Keadaan normal pada pria 0 - 15 mm/jam dan wanita 0 - 20 mm/jam.

e. Bilirubin
Adanya bilirubin dalam urine merupakan salah satu penunjuk adanya penyakit hati.

Pemeriksaan Kimia darah

Pemeriksaan Kimia Darah yang sering dilakukan antara lain : gula darah, lemak darah, test funsi hati, test fungsi ginjal, dan test tiroid.

a. Gula Darah
Test gula darah sebaiknya dilakukan dua kali yaitu saat puasa dan 2 jam setelah makan. Pada orang normal gula darah puasa 60 - 110 mg/dl. Kadar gula darah lebih dari normal merupakan petunjuk adanya penyakit kencing manis (diabetes).

b. Lemak Darah
Pemekriksaan Lemak Darah umunya meliputi kolesterol, HDL, LDL dan Trigliserida. Kadar Lemak yang tinggi dalam daah mempunyai korelasi resiko penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dan stroke.

c. Kolesterol
Kolesterol adalah lemak dalam darah yang dibentuk terutama di hati. Dalam keadaan normal sebenarnya berguna bagi tubuh. Namun, pada kadar yang tinggi dapat menyebabkan perkapuran pembuluh darah (Arterioklerosis). Hal ini dapat memudahkan timbulnya penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dan stroke. Kadar kolesterol sebaiknya di bawah 220mg/dl.

d. Kolesterol HDL dan LDL
Kolesterol sebenarnya terdiri dari 2 jenis yaitu HDL dan LDL. Kolesterol HDL berfungsi mengangkut kolesterol dari jaringan tepi (pembuluh darah) untuk dibawa ke hati selanjutnya dikeluarkan melalui empedu. Oleh karena itu, kolesterol HDL disebut kolesterol baik karena dapat mencegah terjadinya perkapuran pembuluh darah atau penyakit jantung koroner. Kadar normal HDL adalah 40 - 65 mg/dl. Sedangkan kolesterol LDL berfungsi sebaliknya yaitu mengangkut kolesterol dari hati ke jaringan tubuh sehingga kolesterol LDL disebut kolesterol jahat karena meningkatkan kemungkinan terjadinya perkapuran pembuluh darah atau risiko kemungkinan penyakit jantung koroner. Kadara kolesterol LDL sebaiknya di bawah 150 mg/dl.

e. Trigliserida
Trigliserida adalah lemak darah yang terutama berasal langsung dari makanan. Kadar trigliserida yang tinggi juga mempunyai kolerasi dengan terjadinya penyakit jantung koroner. Kadar trigliserida sebaiknya di bawah 150 mg/dl.

Pemeriksaan Faeces (Tinja)

Pemeriksaan Faeces umumnya meliputi : pemeriksaan rutin, pencernaan, dan darah samar.
Dengan pemeriksaan rutin dapat diketahui penyebab diare apakah karena infeksi basiler, amuba, gangguan pencernaan atau sebab lain, juga untuk mengetahui adanya cacing dalam saluran cerna. Pemeriksaan sering dilakukan pada bayi yang sering dan lama diare. Untuk mengetahui apakah ada gangguan dalam pencernaan/penyerapan makanannya sedangkan test darah samar berguna untuk mengetahui adanya perdarahan di lambung atau usus.

Pemeriksaan Bakteri

Pemeriksaan bakteri penting untuk mengetahui jenis kuman penyebab suatu penyakit.
Pemeriksaan bakteri umumnya : pewarnaan gram, BTA, kultur dan resistensi.

Pemeriksaan Malaria

Penyebab penyakit malaria adalah jenis parasit (plasmodium). Di Indonesia biasanya ada 3 macam spesies parasit malaria.

- Plasmodium Falciparum (penyebab malaria tropika)

- Plasmodium Viva (penyebab malaria tertiana)

- Plasmodium Malarie (penyebab malaria Quartana)

Gejala klinis utama : demam, menggigil secara berkala dan sakit kepala. Penyakit parasit ini dapat didiagnosa dengan pemeriksaan sediaan darah dengan pewarnaan tertentu diperiksa di bawah mikroskop.

Test Fungsi Hati

Pemeriksaan ini untuk menentukan kelainan pada hati, jenis dan letak kelaina, berat ringan kelainan dan memantau perkembangan penyakit atau hasil pengobatan. Test Fungsi Hati umumnya meliputi test SGOT,SGPT,Bilirubin, Alkali Fosfatase,Gamma GT, Albumin dan Globulin.

a. SGOT/SGPT
SGOT/SGPT adalah enzim sel hati, SGOT dalam sel hati terletak lebih dalam dari SGPT bila ada kerusakan dalam sel hati maka kedua enzim ini akan bocor dan masuk ke dalam darah sehingga kadarnya dalam darah akan naik. Pada kerusakan awal kadar SGPT meningkat lebih tinggi dari SGOT. Pada kerusakan menahun maka kadar SGOT lebih tinggi dari SGPT.

b. Bilirubin
Bilirubin adalah sisa pemecahan sel darah merah yang telah tua, zat ini dikeluarkan oleh tubuh dari hati melalui saluran empedu masuk ke dalam usus. Bila terjadi kerusakan pada hati atau penyumbatan saluran empedu maka kadar bilirubin dalam darah akan meningkat.

c. Alkali Frosfatase/Gamma GT
Alkali Frosfatase/Gamma GT adalah enzim dalam sel hati yang terletak dalam sel sekitar saluran hati (Kanalikulibiliaris). Kadar enzim ini dalam darah akan meningkatka bila ada gangguan dan sumbatan pada saluran empedu baik akibat radang, perlemakan, abses dan kanker hati.

d. Albumin/Globulin
Albumin/Globulin adalah protein yang dibentuk oleh sel hati. Bila terjadi kerusakan sel hati yang cukup luas atau menahun maka pembentukan albumin oleh hati menjadi berkurang kadar dalam darah menurun sedang globulin sebaliknya meningkat untuk mengatasi radang tersebut.

Test Fungsi Ginjal

Pemeriksaan ini untuk menentukan adanya kealinan, jenis atau berat ringannya kelainan memantau perkembangan penyakit atau hasil dari pengobatan. Test Fungsi Ginjal yang sering dilakukan adalah : analisa urine, ureum creatinin dan asam urat.

a. Analisa Urine
Analisa Urine merupakan petunjuk bila ada kelainan ginjal atau saluran urine. Volume urine yang berkurang, banyak sel darah putih, sel darah merah, silinder, bakteri dan protein merupakan petunjuk adanya kelainan ginjal. Sedang bila hanya ditemukan banyak leukosit maka kemungkinan infeksi saluran urine. Bila banyak sel darah merah dalam urine maka kemungkinan ada batu dalam ginjal atau saluran urine.

b. Ureum/Creatinin/Asam Urat
Ureum/Creatinin/Asam Urat adalah sisa metabolisme tubuh melalui yang harus dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal. Bila ada kerusakan-kerusakan pada ginjal maka terjadi peningkatan kadar zat tersebut dalam darah sehingga berbahaya bagi kesehatan.

Test Serologi

Test Serologi merupakan pemeriksaan untuk mencari adanya antigen/antibodi dalam darah. Pemeriksaan serologi yang sering dilakukan antara lain : HBsAg, Anti HBsAg, Widal dan VDRL.

a. HBsAg
Pemeriksaan HBsAg untuk mengetahui apakah seseorang mengidap Hepatitis B. Hasil test HBsAg Positif menunjukkan bahwa seseorang mengidap Hepatitis B. Untuk mengetahui apakah tergolong pengidap sehat atau sakit, perlu pemeriksaan test fungsi hati. Bila HBsAg positif tetapi test fungsi hati abnormal maka berarti pengidap sakit.

b. Anti HBsAg
Test ini perlu apakah seseorang telah mempunyai kekebalan terhadap infeksi virus Hepatitis B. Bila hasil pemeriksaan Anti HBsAg positif disertai titer tinggi maka orang tersebut telah kebal terhadap virus Hepatitis B. Bila hasil pemeriksaan HBsAg negatif dan Anti HBsAg negatif dianjurkan untuk vaksinasi Hepatitis B.

c. Widal
Test ini untuk mengetahui apakah seseorang menderita thypus atau para thypus. Pemeriksaan ini dilakukan bila pasien dengan demam lebih dari 5 hari.

d. VDRL
Test ini untuk mengetahui adanya penyakit sifilis. Hasil test VDRL dan TPHA yang positif merupakan petunjuk kuat kemungkinan penyakit Sifilis. Pemeriksaan ini sangat penting bagi calon suami istri sebelum melaksanakan pernikahan atau pada awal kehamilan.

Masih banyak pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan di Laboratorium Klinik Medika. Silahkan hubungi kami disini